Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Dalam persepsi kita, nama warna pada anggrek yang kita beli mencerminkan warna pada kuntum bunganya. Namun kebanyakan yang terjadi memang meleset dari ekspektaksi. Salahkah seller? Tidak. Kita sebagai buyerlah yang harus cerdas.
Kita tahu penamaan anggrek hibrid memang suka-suka pemulianya. Mau dinamakan apapun, kita memang g bisa protes.
Namun di sisi lain, kita juga harus cerdas agar tak terjebak penamaan anggrek hibrid yang IDnya terdapat nama warna-warna.
Pada anggrek hibrid tidak terbiasa menggunakan nama warna dalam bahasa latin seperti alba, flava, aurea, dan sebagainya. Tetapi menggunakan bahasa Inggris, seperti black, green, yellow/gold, dan sebagainya.
Namun pada kenyataannya, kebanyakan nama warna yang digunakan pun seperti 'menipu'. Maksudnya kita sering kali kaget saat membeli anggrek tertentu dengan nama warna tertentu, tetapi pas mekar warna yang keluar jauh dari ekspektasi kita.
Dan sekali lagi kita tidak protes!!! Hehehe
Beberapa warna memang belum bisa dihasilkan hingga saat ini. Hitam dan biru memang masih misteri. Apa yang bernama hitam sebenarnya masih dalam kategori gelap/dark. Sedangkan warna biru, pada Vanda hibrid misalnya, meski sudah ada, tetapi justru tidak memakai nama biru/blue.
Genus campuran Clowesetum
(Clowesia x Catasetum) dan genus kedua-duanya, termasuk yang 'menipu' dengan
nama warna. Clowesetum Black Jade misalnya, saat mendengar/membaca
namanya tentu pikiran kita langsung tertuju pada anggrek yang berwarna hitam!
Ternyata bukan ya teman-teman. Jade kalau di kita adalah giok berwarna ijo. Lha
nama Black? Nama ini didapatkan dari noda yang berwarna hitam, gelap tepatnya,
di dalam lipsnya! hehe
Banyak contoh penamaan warna yang 'menipu' lainnya, seperti Dendrobium
Black Cat.
Barakallah 4u all

No comments:
Post a Comment