Monday, April 12, 2021

KHAZANAH ANGGREK INDONESIA: Dendrobium compressum, Lindl. 1842

Assalamu‘alaikum guys



 

Bersama Dendrobium lamellatum, section Platycaulon (Kew accepted), keduanya begitu mirip, sehingga seringkali mengundang perdebatan.

Saya ingat beberapa tahun lalu di satu grup anggrek Fb, perdebatan yang sengit terjadi mengenai keduanya.

Tetapi pada dasarnya dengan menggali informasi dari berbagai link, tetap bisa dibedakan meski sangat tipis sekali, yakni hanya mendasarkan pada jumlah keel (lamella), ada juga yang menyebutnya longitudinal calli.

 

3 keel/lamella/longitudinal calli


Bila tidak sedang berbunga, memang akan sulit sekali dipisahkan/dibedakan.

Umumnya The Flat Stemmed Dendrobium, seperti namanya, bulbnya memang cenderung lebih pipih/compress. Berbeda dengan bulb Dendrobium lamellatum yang cenderung silinder.

 

Bulb gepeng/flat

 

Sebelumnya, seorang botanis anggrek, Gunnar Sendenfaden, telah memberikan deskripsi perbedaan keduanya, meski kala itu dia tidak memiliki spesimen keduanya.

Syarat agroklimat:

  • Teduh
  • Suhu hangat hingga panas
Bunga muncul pada bulb tua (kecoklatan) maupun dewasa (masih berwarna hijau)

 

Native Range:

  • Borneo
  • Jawa
  • Malaysia
  • Myanmar
  • Sumatra
  • Thailand
  • the Philippines
  • (J. B. Comber juga memasukkan Sulawesi/Celebes sebagai daerah asal)


Morfologi:

  • Bulb mini hingga kecil (mencapai 25 cm)
  • Bentuk elips hingga memanjang, pipih
  • Bentuk daun bulat telur
  • Jumlah daun: 3 helai
  • Panjang daun: 11,5 cm
  • Lebar daun: 4 cm
  • Lama mekar bunga: 2 – 4 minggu
 
Bunga tumbuh di bulb bagian atas (apex)
 
 
  • Jumlah kuntum: 1 – 3
 
 
  • Aroma: wangi
 
 
 

 

Akar relatif besar dibanding ukuran plant

 

Karakter Umum:

  • Habitat: tepi sungai, hutan bukit
  • Elevasi: 300 – 1000 meter
  • Bunga muncul pada bulb yang gundul ataupun masih berdaun, baik yang sudah kecoklatan maupun yang masih berwarna hijau.
  • Epifit dan merumpun

 

Sinonim:

Dendrobium platycaulon

Eurycaulis compressus

Eurycaulis platycaulos

Pedilonum platycaulon

 

Perawatan:

  • Media potongan kayu/ranting
  • Siram 2 hari sekali pada musim panas, pagi hari saja
  • Pupuk memakai apa saja di sekitar yang bisa dimanfaatkan. Diberikan berseling dengan jadwal penyiraman, setiap 4 hari sekali

 

Catatan:

Beberapa ahli dan link anggrek sudah memisahkannya dari genus Dendrobium ke dalam genus tersendiri, yakni Eurycaulis. Dulu memang diberi nama Eurycaulis, kemudian beberapa ahli memasukkannya ke dalam genus Dendrobium. Kini beberapa ahli memakai nama Eurycaulis kembali.

Di kebun saya, ukuran masih jauh dibanding sais di atas.

Barakallah 4u all

No comments:

Post a Comment