Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
PAS lahir karena beberapa alasan.
Konsep dalam perawatan anggrek ini memang memakai pupuk yang masih segar, tanpa fermentasi.
Bila pun fermentasi tidak bisa terhindarkan, pupuk dengan prosentase fermentasi yang kecil sekali yang digunakan, berlangsung satu hari. Bila proses fermentasinya telah berjalan beberapa hari, ada trick tertentu untuk memakainya.
Artinya pupuk fermentasi atau yang lebih dikenal dengan istilah POC (Pupuk Organik Cair) tetap dipakai. Namun hanya digunakan untuk anggrek yang telah mapan. Atau hanya disemprotkan pada media atau akar saja, yang penting menghindari terkena pucuk bulb atau tunas muda atau cabung.
Atau dipakai dengan dosis yang sangat encer dan diberikan setelah penyiraman sistem kocor (pakai selang).
Semula saya memang memakai pemupukan yang terjadwal, antara 4 – 7 hari sekali.
Pupuknya organik dari limbah atau/dan sampah dapur.
Karena terjadwal, beberapa pupuk mengalami fermentasi hingga beberapa hari, karena pupuk segar yang diperoleh pada hari itu tidak bertepatan dengan jadwal hari pemberian pupuk.
Dan disinilah permasalahan bermula. Anggrek membusuk. Walau kerusakan terjadi hanya pada beberapa anggrek saja, namun jelas hal ini tidak boleh berlanjut. Harus dipikirkan jalan keluarnya. Akhirnya ketemulah konsep PAS.
Semula saya akan memberi istilah POS (Pupuk Organik Segar). Namun karena dirasa sudah terlalu familiar dengan POC (Pupuk Organik Cair), akhirnya saya memakai istilah PAS.
Ada beberapa alasan lahirnya PAS:
- Anggrek membusuk, utamanya pucuk muda dan tunas yang baru tumbuh.
- Bila memakai POC banyak limbah dan sampah yang terbuang begitu saja karena tidak dimanfaatkan (kita sudah memakai POC)
- Sebelum mengenal anggrek, saya telah banyak membaca tentang kelestarian lingkungan, efek global warming, dan sebagainya.
- Ikut andil dalam kampanye 3R (reduce, reuse, dan recycle)
Tentu saja PAS juga ada kelemahan-kelemahannya.
- Pemakaian dan dosis suka-suka. Satu sisi bisa menjadi kelebihannya, namun di sisi lain juga menjadi kekurangannya.
- Zat-zat hara dan mineral yang diperlukan anggrek banyak yang masih berbentuk kompleks, atau belum dalam bentuk sederhana layaknya pupuk yang telah mengalami fermentasi sempurna. Namun saya rasa ini juga bukan masalah berat, karena di alamnya, apalagi anggrek juga termasuk tumbuhan yang notabene makhluk produsen, anggrek mendapatkan pupuk dari bahan-bahan yang belum terurai/terdekompos.
- Pembuatannya mendadak atau paling tidak sehari sebelumnya.
- Memang menyita banyak waktu atau tenaga untuk menyiapkannya.
- Kandungan zat hara, mineral, vitamin atau hormone tidak bisa stabil, berfluktuasi dengan kandungan dari bahan-bahan PAS.
Barakallah 4u all

No comments:
Post a Comment