Assalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh
Banyak member di grup-grup anggrek yang
mengeluhkan kehadiran semut-semut pada media anggrek koleksi mereka. Katanya semut
membuat knop bunga gagal mekar. Benarkah demikian ya?
Keberadaan semut juga dituding semakin berkembangbiaknya aneka kutu-kutu daun. Semut yang bersarang pada pot-pot anggrek dituduh membuat akar-akar anggrek rusak dan stagnan pertumbuhannya. Benarkah demikian juga?
Jawabannya bisa ya, bisa pula tidak. Tergantung sudut mana menilainya. Tetapi memang kita harus yakin menyaksikan dan mengamati sendiri apakah semut benar-benar membawa pengaruh terhadap anggrek kita. Kegagalan knop mekar apakah memang disebabkan semut atau ada faktor lain yang menjadi penyebabnya. Kita harus yakin dahulu sebelum melemparkan tuduhan kepada semut.
Ditinjau dari ilmu zoology atau ilmu
serangga atau ilmu yang berkaitan dengan itu, semut bukanlah hama bagi anggrek.
Bahkan beberapa jenis semut bersimbosis dengan anggrek. Mereka berkoloni
bersama-sama pada suatu pohon. Kerjasama mereka itu bisa mutualisme (saling
menguntungkan) atau komensalisme (merasa tidak dirugikan). Di alamnya, Anggrek
Merpati (Dendrobium crumenatum) atau Acriopsis liliifolia (Anggrek Bawang) dan
beberapa jenis anggrek lain seperti genus Bulbophyllum, berkoloni dengan semut.
Semut-semut itu mendapatkan semacam rumah
untuk mereka. Mereka berlindung dibalik rumpun anggrek. Mereka sendiri sebagai balas
jasa menjadi benteng bagi anggrek terhadap serangan hama atau binatang lainnya.
Tetapi keduanya tidak memiliki ketergantungan yang sangat erat. Masing-masing bisa
hidup mandiri tanpa pasangan simbiosisnya.
Semut rangrang sendiri sangat
bermanfaat bagi anggrek karena akan menghalau atau menyerang binatang apapun yang
ada pada anggrek, bahkan juga manusia. Di beberapa negara, semut rangtang telah
dimanfaatkan sebagai penjaga bagi anggrek.
Memang benar semut tertarik pada hal-hal yang berbau
manis seperti sari/cairan bunga. Tetapi keberadaan mereka tidak berpengaruh
atau menyebabkan bunga (dalam hal ini anggrek) gagal
mekar. Justru keberadaan semut
sangat menguntungkan bagi para pecinta anggrek.
Manfaat semut bagi pecinta anggrek
di antaranya:
- Sebagai indikator adanya kutu daun. Dengan adanya semut akan lebih mudah kita mendeteksi dan menemui keberadaan kutu daun, yang biasanya berada di bagian-bagian tanaman yang tersembunyi.
- Penunjuk anggrek kita spike. Cairan manis yang ada pada spike dan knop bunga membuat semut tertarik untuk membawa cairan itu ke sarang. Dari situ kita akan tahu anggrek kita telah siap unjuk kecantikan.
- Sebagai pollinator paling realistis untuk kebun-kebun anggrek yang jauh dari habitat pollinator alamiahnya. Walaupun memang tidak semua anggrek diserbuki oleh semut, namun paling tidak semut juga berjasa terhadap penyerbukan pada anggrek.
Mungkin memang bisa saja terjadi pada waktu tertentu semut menjadi ancaman bagi anggrek, tetapi secara mayoritas dan normalnya semut tidak berakibat buruk bagi anggrek.
Dalam Islam semut juga dilarang untuk
dibunuh kecuali pada kondisi tertentu/darurat. Kita hanya bisa mengusirnya
saja. Ada bermacam-macam cara. Bila memang ingin memakai kapur semut, pastikan
niat kita tidak untuk membunuh semut, tetapi hanya sekedar menyingkirkannya. Sebelum
mencoret, tiup dulu jalan yang dilalui semut agar bersih dari semut. Kemudian setelah
bersih, bisa dicoret beberapa kali. Jangan lupa untuk memberi sedikit space sebagai jalan bagi semut untuk berpindah. Semut insya Allah akan kapok untuk
kembali lagi dan mencari sarang baru.
Barakallah 4u all





No comments:
Post a Comment