Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Dulu saya enggan (belajar) melakukan penyerbukan pada anggrek, baik selfing, seebling, maupun crossing. Alasannya hanya karena
tidak bisa mengecambahkannya! Pendirian yang saya sesali kemudian, karena rugi
waktu banyak.
Kita tahu bahwa apapun proses pada anggrek, membutuhkan waktu yang lama
dan tidak singkat. Kita juga tahu bahwa setiap anggrek memiliki karakter dan
morfologinya masing-masing. Dengan semakin mengetahui karakter anggrek, kita
akan semakin paham bagian-bagian morfologi anggrek hingga mendetail, utamanya yang
berhubungan dengan proses polinasi atau perkembangan generative anggrek.
Ada anggrek yang dapat diserbuki oleh angin, serangga, air, atau bahkan
melakukan penyerbukan sendiri. Tetapi prosentasenya kecil. Karena itu dengan teknik
penyerbukan buatan yang kita bantu, tingkat keberhasilan penyerbukan tentu akan
semakin besar.
Bila melakukan proses polinasi buatan, pertama tentu kita harus
benar-benar mengetahui karakter pada anggrek yang berbeda-beda itu. Letak dan
bentuk alat kelamin betina dan jantan pada masing-masing genus berbeda struktur
dan letaknya, bahkan sampai ke tingkat jenis. Karena itu bila kita latihan atau
praktik menyerbuk, tentu kita tidak akan tahu atau minimal akan kesulitan
mengetahui letak masing-masing alat perkembangbiakan generative tersebut. Kalau
hanya belajar di youtube tingkat kesulitannya tetap ada. Belum lagi masa
kematangan alat kawin pada anggrek juga berbeda-beda antar jenisnya. Anggrek yang
memiliki masa mekar singkat seperti Anggrek Merpati, tentu dalam hitungan satu
jam alat-alat kelaminnya tentu sudah mencapai tingkat kematangan yang sempurna.
Berlaku kerelatifannya. Karena itu dengan segera belajar melakukan penyerbukan,
akan semakin mahir kemampuan kita.
Dengan langsung praktik, kita akan dapat segera mengasah pengalaman dan
keterampilan dalam penyerbukan. Tahu juga masalah dan problema yang terjadi.
Sehingga bila nanti kita menemukan cara mengecambahkan atau mampu membeli
peralatannya, kita dapat langsung segera terjun ke lapangan, tanpa harus menunggu
kematangan buah, karena proses polinasi telah kita lakukan jauh-jauh hari.
Jadi, memang step by step, langkah demi langkah kita
belajar menyerbuk.
Kita dapat coba dengan bunga anggrek yang ada. Yang
murah-murah gpp, karena kita butuh jam terbang praktik menyerbuk. Kalau eman-eman
bisa mencoba pada anggrek yang murah-murah atau bandel. Atau bisa juga mencoba 1-2
kuntum anggrek yang berharga mahal atau eksklusif. So, g terlalu rugi bukan?
Pengalaman dan keterampilan didapat, kecantikan anggrek juga masih dapat kita
nikmati.
Silahkan bereksperimen dengan anggrek apa saja, yang
menurut para ahli pun g akan bisa dikawinkansilangkan. EGP. Yang penting
pengalaman dan keterampilan dapat kita asah.
Barakallah 4u all



No comments:
Post a Comment