Thursday, August 6, 2020

MINTA ANGGREKNYA DOONGGG!!!

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Di Facebook postingan yang bertemakan “Minta Anggreknya Dong!!” akan kebanjiran like dan komentar, siapapun itu yang memposting, entah buyer, seller, atau pecinta anggrek lainnya. Tentu saja, banyak yang mengeluhkan adanya peminta-minta ini.

Peminta bisa teman, sanak family, tetangga, atau orang yang baru dikenal, baik lewat jejaring sosial maupun orang yang kebetulan lewat di depan rumah kita. Yang dimintai? PUSING BIN RESAH. Baper berat.  

Ya siapa yang g baper, setelah melalui perjuangan yang berdarah-darah dalam merawat anggrek, sabar menunggu tumbuh kembangnya yang super lambat, plus resah dan khawatir saat anggreknya diserang hama dan penyakit, eh tak dinyana-nyana ada yang minta. Memintanya juga setengah memaksa bahkan memaksa. Serba salah. Dikabulkan kok ya ingat perjuangan mereka merawat dan juga membeli dengan menabung rupiah demi rupiah, dan tetiba saja dengan seenaknya anggrek mereka diminta. Kalau g dikabulkan label medit bin pelit pun melekat pada dahi kita. Duh serba salah.

Peminta anggrek biasanya memang masih baru suka anggrek, jadi belum begitu paham bagaimana rasanya perjuangan dan kesabaran dalam merawat anggrek. Kita memang harus bijak-bijak menyikapinya, baik menolak atau meluluskan permintaannya.

Kalau saya sendiri ya g mempermasalahkan hal ini, karena sudah tahu cara mensiasatinya, Alhamdulillah. Apa itu? Yakni menyediakan stok sebanyak-banyaknya jenis-jenis anggrek yang gampang dirawat dan tahan banting, seperti Oncidium Golden Shower dan beberapa spesies maupun hybrid dari Dendrobium. Karena biasanya yang meminta-minta seperti itu adalah pecinta anggrek pemula, yang belum ngeh bener gimana rasanya perjuangan merawat anggrek. Andaikan mereka g berhasil pun, kita sendiri juga g sedih-sedih amat.

Kalau yang meminta itu sudah berpengalaman merawat anggrek, kita bisa memberikan koleksi yang sedikit ribet dalam tritmennya. Kalau g ada koleksi seperti itu ya kita terpaksa menyodorkan koleksi yang gampang-gampangan yang umumnya mereka sendiri sudah punya. Diterima atau tidaknya, itu urusan nanti. Atau kita juga bisa pakai cara seperti pada paragraph di bawah ini.

Oncidium Golden Shower rajin mengeluarkan tunas anakan walaupun bulb mudah busuk, tetapi masih cocok untuk pemula

Orang yang meminta sebenarnya perlu dikasihani. Kenapa? Ya karena mereka sudah menurunkan atau mengabaikan harga dirinya. Masa’ kita malah menambah dengan penolakan? Kalau memang ingin memberi pelajaran, kita siapkan pelajaran yang baik. Seperti:

  • Beri anggrek yang sehat (kalau ada, karena memberi itu sebisa mungkin adalah yang terbaik atau yang mendekati) dengan mengatakan apabila 3 bulan ke depan kita ke rumah si peminta dan menjumpai anggreknya bermasalah, maka kita memberikan semacam 'hukuman' kepadanya, yakni tidak boleh meminta lagi.
  • Memberikan anggrek ukuran seedling atau keiki untuk melatih kesabaran mereka juga membuka cakrawala mereka betapa tidak mudahnya merawat anggrek itu sehingga setelah mereka tahu mereka tidak akan meminta lagi.
  • Menjanjikan kepada si peminta untuk bersabar menunggu anggrek yang dimintanya bila telah keluar keiki atau ada stock

Cara-cara di atas dimaksudkan untuk orang yang meminta anggrek kita, namun koleksi atau stock kita terbatas. Kita memang memerlukan pernyataan yang tidak mengusik atau melukai perasaan orang/si peminta.

Dan …. bagaimanapun juga tangan di atas tetap lebih baik dibanding tangan yang di bawah. Dan Allah juga g akan menyia-iakan orang yang telah berbuat. Lagian tak takutkah kita nantinya bila Allah mengganti kemurah-hatian kita dengan kepelitan? Na‘udzubillah min dzalik.

Bagaimana? Pilihan ada di tangan teman-teman semua. Saya kira juga masih banyak alternatif pilihan yang bisa kita tempuh dengan barter misalnya, tentu dengan bonus anggrek yang si peminta inginkan.

Dendrobium hibrid relatif mudah dirawat oleh pemula dan juga rajin berkeiki

Barakallah 4u all

No comments:

Post a Comment